src="https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.8.3/jquery.min.js" type="text/javascript">

Cari Blog Ini

Senin, 14 Agustus 2017

Mengenal Vision System Di Dunia Industri

Vision system belakangan ini menjadi trend didunia industri untuk keperluan inspeksi product ataupun reject system. Kemampuan vision system yang sangat akurat boleh dibilang menjadi momok menakutkan bagi kelangsungan sensor konvensional (Photocell, laser,ultrasonic, proximity,dsb). Pasalnya, satu buah vision system yang biasanya terdiri dari kamera, lighting, HMI (untuk image processing) dapat menggantikan belasan bahkan puluhan sensor konvensional. jadi bisa dibayangkan, misalnya mesin dengan platform jadul yang mempunyai belasan sensor deteksi untuk keperluan quality dan reject system bisa digantikan hanya dengan satu kamera saja yang difungsikan sebagai penangkap gambar yang kemudian diolah sedemikian rupa sehingga bisa mendeteksi apapun. Bukan hanya itu, satu unit vision system selain digunakan untuk mendeteksi quality suatu product, juga mempunyai banyak sekali fitur lain, salah satu fitur yang banyak dipakai adalah  barcode reader (1D/2D) dan pengenal angka/huruf (OCR: Optical Character recognition).Diartikel ini, saya akan mencoba memaparkan basic knowledge, how it works dan contoh aplikasi vision system di dunia industri.

Setahu saya pioneer vision system adalah perusahaan Cognex. Kemudian perusahaan lainnya menyusul mengembangkan vision system, diantaranya yang familiar adalah Keyence dan Omron. Kedua perusahaan tersebut (terutama keyence) mau tidak mau harus ikut arus dengan mengembangkan vision system, selain untuk menambah lini product juga untuk menghindari mulai ditinggalkannya aplikasi sensor konvensional.


BAGAIMANA CARA KERJA VISION SYSTEM?



Dari gambar diatas sudah kebayang?
Saya kasih contoh aplikasi nya:
Misal vision system digunakan sebagai reject system ( mendeteksi defect product) di suatu produk yang berjalan disebuah conveyor.

  1. Kamera akan mengambil gambar tiap product yang lewat ( kamera memiliki frame rate yang sangat tinggi dan bisa meng-capture belasan bahkan puluhan gambar dalam satu detik !)
  2. Gambar secara realtime dianalisa satu persatu oleh software. Di software ini kita bisa mengeset apa saja yang mau dideteksi (area, bentuk,warna,dsb)
  3. Software (aplikasi PC) akan mengirim signal hasil pembacaan ke PLC
  4. Di PLC baru diolah lagi (memerintahkan reject unit untuk mereject, merecord jumlah product Good dan NG, dsb)
Software bekerja dengan menganalisa gambar, jadi apapaun yang tampak (visual) bakal bisa dideteksi !. Beberapa kondisi yang tidak bisa dideteksi oleh sensor konvensional, bisa dideteksi dengan vision system. Contohnya : Posisi label/stiker yang menempel di product, membaca printcode/code date suatu product, membaca barcode yanga da di label/sticker product, dan masih banyak lagi.


 MANA PRODUCT VISION SYSTEM TERBAIK?

Saya familiar dengan vision systemnya Cognex, tapi pernah mempelajari vision systemnya Keyence. Untuk Omron dan brand lain kebetulan belum pernah punya kesempatan mencoba. jadi kali ini saya hanya membandingkan antara produknya Cognex dan Keyence saja.
Cognex terkenal sebagai pioneer vision system, Keyence terkenal dengan kehandalannya mengeluarkan produk sensor, jadi jangan heran Keyence merajai distribusi sensor di dunia industri.
Dibidang vision system kedua brand ada plus dan minusnya.


Refference
https://www.youtube.com/watch?v=yZE9uFfLuqk



>>>> Bersambung.....

2 komentar:

Soleh Sugianto mengatakan...

Manteb gan....
salam dari blog B depan gya hehehhe

Soleh Sugianto mengatakan...

Infonya bagus sekali....
Salam kompak selalu

Posting Komentar