src="https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.8.3/jquery.min.js" type="text/javascript">

Cari Blog Ini

Sabtu, 05 November 2011

Electronic Stuff di Negeri Sakura


Berkesempatan berkunjung ke jepang , tidak lupa menyempatkan diri liat2 barang2 elektronik di electronic2 center.
1.HA-RE Kobe Electronic Center

Ha-re kalo di indonesia itu seperti mangga dua jakarta, menjual berbagai gadget dan alat elektronik,laptop, hp,aksesoris komputer,tv, home audio,headphone,kamera,dsb, dari yang branded sampai entry level. Pokoknya lengkap kap kap.....
Perbedaan dengan elektronik2 shop di indo adalah semua barang bisa dicoba langsung!!!karena tiap barang yang dipajang adalah sample dan terhubung dengan charger dan koneksi internet, jadi kita  tidak seperti membeli kucing dalam karung, tidak seperti di indonesia yang tidak semua barang bisa dicoba, apalagi yang harganya mahal.

Home Audio

Mikro Hifi, Speaker 2.0, Htib, Subwoofeer, tersedia dari harga murah sampai mahal, kenwood, denon, sony,pioneer,bose,audio technica,onkyo,dll



Heaedphone


Stand yang pertama menarik perhatian saya adalah stand Headphone, karena brand2 yang dulu pengin dimiliki, bisa dicoba,tapi belum mampu beli...hahaa =D, Audio technica, denon,shure, sony, pioneer, panasonic, tapi untuk merk Sennheiser tidak saya jumpai. Beberapa merk dijual paket dengan Headphone Amplifiernya juga.














Headphone2 diatas rata2 memiliki bandwidth frekuensi 5 - 40.000 Hz, 10 - 35.000Hz !!!!, menggunakan kabel audio (gak tau berapa awg, yang jelas diameternya gede),konektor (plug 3.5) gold plated. Berhubung kuping saya masih kuping kaleng jadi gak bisa review satu2, perasaan antara satu dengan yang lain gak beda jauh, tapi jelas beda jauh sama headphone abal2, yang jelas detailnya ajib, bass relatif lah, high halus, tapi tetep aja staging biasa aja, gak bisa kaya bookshelf.

2.LABI Electronics Center

Hari ini (5 Nov 2011), jalan2 ke LABI di daerah Sannomiya, LABI mirip seperti Ha-re,bedanya kalo Ha-re semua barang elektronik ada di satu lantai, kalo Labi beda2 lantai, tiap lantai menjual satu barang (kamera aja/ komputer stuff aja) total ada 6 lantai.

2.Yodobashi  Electronics Center (Osaka)


Kali ini mencoba pusat elektronik di luar kota,yaitu Yodobashi di kota Osaka. Disini jauh lebih lengkap dari Hare maupun Labi (keduanya  di Kobe). Lebih banyak varian dari tiap brand, semuanya ada.










READ MORE...........

Rabu, 26 Oktober 2011

Membangun Ruang Multimedia Mini

Semenjak pindah kontrakan, barang2 saya juga ikut pindah tangan. Dengan kerjaan yang baru, susah membagi waktu ber-DIY, so pilihan terakhir yaitu beli jadi aja. Ukuran kamar saya sekitar 3X3, berikut barang2 yang saya incar sementara :
*Kebutuhan= Mendengarkan musik via Flashdisk (tentunya minimal bitrate 256kbps)dan keping CD audio (kadang VCD) serta menonton film "bajakan" (oopsss..=D).

1. Micro Hifi Samsung MMC430D----Rp.1.550.000,-
2.Subwoofer Polytron PSW500---Rp.500.000,-
3.LCD TV Toshiba 24PBIE---Rp.1.750.000,-

















Alasan memilih tipe dan merk tersebut :
  • gak mampu beli yang mahal !!!!!!
  • desain hifi samsung bagus, black gloosy,harga gak terlalu mahal, kualitas sudah cukup buat telinga saya,fitur sesuai yang saya butuhkan.
  • subwoofer psw 500 murah,desain bandpass,dengan daya 50watt rms saya rasa pas dengan mikro hi fi samsung. Walaupun banyak yang bilang psw ini boomy, wajarlah untuk harga segitu, mudah2an dengan sedikit di oprek bisa agak bagusan.
  • memilih tv toshiba type ini karena dengan masuk budget saya untuk tv 24 inch dan juga barang teredia di daerah saya, kualitas???belum compare dengan yang lain.


* hmmm, berhubung ada tugas ke luar, planning di pending....(gak jelas banget ya??? hehhe=D V    )
READ MORE...........

Kamis, 06 Oktober 2011

Asyiknya Bermain Dengan Led


Sebelumnya baca dulu sedikit pengetahuan tentang led disini. Dewasa ini penggunaan led benar-benar beragam,dari penerangan rumah (pengganti bohlam), TV led, lampu aksesoris motor/mobil (lampu,rem,senja,bahkan headlamp(lampu utama), aneka hiasan led,dan masih buanyaaaaaak lagi.........
apalagi sejak dibuatnya High Power Led pertama kali oleh perusahaan Phillips yaitu Luxeon, sekarang sudah banyak sekali produsen HPL selain Phillip Lumiled,seperti Cree. Beberapa contoh proyek led saya bisa dilihat di post saya sebelumnya.

 Beberapa contoh jenis led 
Masih banyak lagi jenis led yang lain,misal led RGB (4kaki), led smd, led 2 warna (3kaki), integrated led (led yang bisa kedip2 sendiri), dan masih banyak lagi.


Tabel Led 

Perhitungan led dalam rangkaian listrik: 

R=V/I ---> R=(Vs-Vled)/I P = V.I
R = resistansi/hambatan (Ohm)
Vs = tegangan sumber (aki) (Volt)
Vled = tegangan LED (volt)
I = arus led (ampere)
P = daya (Watt)

Kalo dah tau ngitung led, apapun dan berapapun tegangan sumbernya (batere,aki,PLN,dsb) si led bakal aman jaya aja (gak putus).



Contoh 1
Membuat Lampu rem/senja sepeda motor.
Misal kita mau memakai 10 led superbright merah dengan susunan paralel dari seri 5 led(10 led = 2 baris x 5 LED dirangkai seri).
R=(12-(2,2*5))/0,075 ......R=13,33 Ohm---> 15 Ohm.
P=(12-(2,2*5)) * 0,075....P=0,075 Watt --->1/8 watt.
Jadi kita butuh Resistor 15 0hm 2 buah minimal 1/8 watt (susah2 amat nyari resistor 1/8 watt,jadi pake 1/4 ato 1/2 aja).
 *NOTE = karena voltase di motor naik turun (keadaan viltase motor idle/langsam dan  rpm tinggi berbeda, maka untuk amannya pake patokan 15 volt aja (jangan 12 Volt !!!)


Contoh 2
Misal kita mau menyalakan 10 led superbright putih dengan catu PLN (tanpa trafo alias langsung colok stop kontak !!).Rumus dasarnya kan R=V/I ---> R=(Vs-Vled)/I ;P = V.I.




Coba tengok dua rangkaian dibawah ini (keduanya nyomot di google & paling banyak digunakan),apa kesamaanya? Yup betul,keduanya memakai R & C seri dengan tegangan 220 volt. Apa fungsinya?kenapa tidak pake resistor aja? Begini penjelasanya, pake resistor aja bisa,asal total V-led mendekati V sumber alias jika jumlah lednya banyak.Pokoknya intinya asal asupan tegangan dan arus sesuai yang dibutuhkan beban  , pasti led aman jaya .





The capacitor is used to drop the voltage and the resistor to limit the inrush current. Since the capacitor passes the current in both directions, a small diode is connected in parallel with the LED to provide a path for the negative half cycle and to limit the reverse voltage across the LED. The resistor value was chosen to limit the worst case inrush current to about 150mA which will drop to less than 30mA in a millisec as the capacitor charges.

The 0.47uF capacitor has an impedance of 5600 Ohms at 60Hz so the LED current is about 20mA half wave, or 10mA average (for the 220V version the impedance of the 0.33uF capacitor is 9600 Ohms at 50Hz which gives you also a LED current of about 10mA average)

Z = 1 / 2*Pi*f*C

Z = Impedance in Ohms

Pi = 3.14


f = frequency in Hertz

C = capacity in Farads)

A larger capacitor will increase the current and a smaller one will reduce it. The capacitor must be a non-polarized type with a voltage rating of 250VDC or more for 110V AC-lines, or 400VDC or more for 230V AC-lines.

Kalo gak pengin repot ngitung, pake led kalkulator online aja,misalnya ini

Kemarin order led di toko led online :
HPL 3 watt (3 biji) plus lensa 15 degree.
Superflux Merah (100 biji)
Superflux Biru (40 biji)
Superflux Kuning (40 biji)

















Tambahan = Penggunaan led untuk subtitusu bulb pada motor/mobil tujuan utamanya sebenarnya adalah untuk menghemat energi karena konsumsi led jauuuuh lebih efisien ketimbang bulb (berkali-kali lipat dari bulb), sehingga kita bisa memasang berbagai aksesori tambahan tanpa takut tekor, misalnya penambahan audio, klakson, dll. Sedikit share, motor tigi temen sering tekor,susah starter, tapi setelah lampu belakang diganti led, tak ada masalah lagi dengan sulitnya starter motor.
READ MORE...........

Jumat, 30 September 2011

Awesome Projects

PROPELLER CLOCK
pertama kali melihat proyek ini (2007), saya betul-betul kagum,kok bisa-bisanya deretan led diputar trus menampilkan efek jam,berfungsi lagi!!! hmmm,dari situ saya cari tau gimana prinsip kerjanya,ternyata permainan timing penyalaan tiap led yang terilhami dari prinsip scanning seperti scanning pada seven segmen. salut buat orang yang pertama kali bikin propeller clock!!!!mantap idenya.tapi sepertinya proyek ini hanya sebagai hiasan saja,kurang cocok kalo dipake sehari-hari untuk menggantikan jam konvensional,kenapa?pake motor-->berisik,faktor life time motor juga; gak efisien-->supply buat motor plus mikronya juga(jam lonvensional cuma buuh batere AAA sebiji bisa tahan tahunan).tapi,proyek ini cukup whorted untuk dicoba.hmmm mudah-mudahan ada waktu...

The Propeller Clock by cool__black


LED CUBE
Led disusun bertingkat membentuk kubus yang ketika menyala membentuk pola-pola indah sesuai program yang dibenamkan di mikrokontrolernya.kalo saya bilang,wajib dicoba!!selain gak seribet propeller clock dan pov, aplikasi led cube lebih applicable,bisa buat sekedar hiasan,lampu tidur,etalase,dsb.liat proyek led cube mini saya di blog ini,sudah lengkap layout beserta list programnya juga.



POV (Persistence Of Vision)
Prinsip kerja sama persis seperti propeller clock,permainan timing/delay penyalaan led yang kalo berotasi akan membentuk pola/tulisan tapi lebih simple dari propeller clock dalam hal pemrogramannya.bisa dipasang di kipas angin,roda(jeruji) sepeda atau motor.

pov tekniği ile RGB LED'lerle havaya yazı yazma by korhan231989

My POV  :)


SPINNING LED
Proyek yang simpel tapi bagus,tp sebenarnya gak bisa dibilang simpel juga sih, karena pake motor lebih dari satu,susahnya yaitu gimana caranya catu buat led agar ketika semua motor berputar,catu led tetap konek sempurna. Gak pake program pun (pake rangkaian analog ) juga udah bagus ,cuma led nyala doang juga bagus,karena berputar!!jadi efeknya ntar tiap led seperti neon kalo berputar.




READ MORE...........

Sabtu, 24 September 2011

Tips Memilih Speaker Multimedia

Banyaknya brand speaker multimedia kerap membikin bingung konsumen,bahkan tiap brand pun punya banyak tipe.Tak heran di beberapa forum komputer banyak sekali thread yang menanyakan pilihan untuk membeli merek apa yang price & performance-nya bagus.
Beberapa point berikut bisa dijadikan parameter dalam memilih speaker multimedia dari segi teknik ,bukan berdasarkan merek lho ya,kalo berdasarkan merek ya pasti milih yang mahal dong,karena biasanya kualitas sebanding harga.


DIMENSI,MATERIAL BOX.
Kenapa? Karena dalam dunia audio lebih susah merancang box speaker daripada merancang sirkuitnya(elektronik). Gampangnya gini,kalo kmponen/topologi rangkaian kurang bagus,kita bisa mengupgrade/mod.tapi kalo box'nya yg kurang baik kita gak bisa ngapa2in,upgrade kmponen jg tidak begitu signifikan hasilnya.contohnya,rata2 kejelekan speaker multimedia ada di satelit'nya,bahan plastik,dimensi kecil,jd jangan harap bisa memproduksi vokal yg bagus..cempreng,nusuk telinga..coba aja hidupkan tanpa subwoofer..bakal sakit tuh telinga.jadi kalo bisa,pilih speaker yang satelitnya terbuat dari papan MDF,sama kaya subwoofernya.dimensi juga pilih yang kira2 sesuai ma diameter drivernya (liat rumus design box speaker).
Untuk box subwoofer hampir smua dah terbuat dr papan MDF,dimensi dah sesuai ma diameter driver,jadi yang perlu diperhatikan tinggal desain'nya.isobarik,semi isobarik atau ported (jarang yang model sealed-belum pernah liat-).lalu pilih yang mana? Tergantung selera anda,karena karakter tiap tipe beda.untuk yg suka bass-head boleh coba tipe isobarik/semi isobarik ,keuntungan:bas gede walaupun dimensi box kecil(spl),kekurangan:bass kurang solid,banyak yang boomy (tp ada jg yg bagus).
Tipe ported lebih solid,gak se-boomy tipe isobarik,tapi level/spl gak sekenceng/menggelegar kaya isobarik.tipe ported banyak disukai penikmat musik. Tipe isobarik banyak disukai penggemar game & movie.

HINDARI KONTROL VOLUME DENGAN KABEL
Idealnya perjalanan signal audio harus sependek mungkin.semakin panjang transfer signal dari source ke speaker, potensi penurunan kualitas suara semakin besar.Karena kabel adalah sumber noise paling utama. jadi, hendaknya hindari speaker multimedia dengan kontrol volume dengan kabel yang panjang.Disisi lain,hal itu lebih rentan terhadap potensi masalah putusnya kabel.

BYPASS/TUTUP LEVEL SUBWOOFER SAAT TES DENGAR
Imho,rata-rata kekurangan speaker multimedia adalah repro mid dan hignya yang cempreng [tapi tidak semua].jarena kebanyakan satelitnya terbuat dari material plastik dengan desain yang [kebanyakan] dibuat[mengutamakan] unik agar terlihat menarik.dengan cara tes dengar terpisah sepeti ini,akan jelas terdengar repro asli dari satelit,karena suara satelit yang cempreng akan tidak terlalu kentaran jika dipadukan dengan subwoofer,frekuensi rendah subwoofer yang lebih dominan levelnya [kwbanyakan speaker],seolah -olah bisa meng-cover suara satelit yang terlalu bright,nusuk bin cempreng,namun akan sangat kentara sekali nantinya jika digunakan untuk mendengarkan musik-musik yang mengutamakan vokal dan instrumen,seperti jazz.vokal terlalu maju/mundur,suara penyanyi yang latar aslinya di dalam hall seperti nyanyi dalam sebuah tangki/kaleng raksasa,instrumen melengking menusuk telinga.tes dengar tanpa subwoofer juga dimaksudkan untuk mengecek staging dan efek stereo/separasi kanal R & L bagus apa tidak,dengan cara ini akan lebih kentara.



Bersambung... (LAGI)

READ MORE...........

Selasa, 12 Juli 2011

BLAZER


Skema (solfegio.com)

 Spek :
-Kit Blazer 400 watt mono dengan final Toshiba 2SC500 & pasanganya -->2 pasang
-Trafo abal2 merk Proton 5 A murni , 32 Volt,elkoabal2  Elna integra 10.00uF 2 pasang--->catu Blazer
-Kit Gainclone LM3886 mono
-Trafo abal2 merk Proton 3 A,24 Volt.elko Nipon Chemicon 8200uF sepasang--->catu LM3886






 PA ini dipakai untuk acara outdoor kecil2an, Blazer untuk nge-drive canon 15" 2 biji, Lm3886 buat  nge-drive tweeter (sayang banget yah ??? hehe)
Equipment tambahan berupa  Parametrik tone control, kit pre amp mic +digital echo +tone control,serta rangkaian high pass filter untuk mendrive tweeter.


cek...cek..cek 1, 2, 3...haha



READ MORE...........

TDA 7296 Amplifier With Ridiculous Chassis

Smua komponen pake generik,,hasilnya pun alakadarnya...yang penting kenceng,tp bukan berarti jelek lho,intinya kan "digunakan untuk apa?", proyek TDA ini untuk dipake di luar kamar untuk sekedar mendengarkan musik, sehingga lebih cenderung  butuh PA yang powerfull,jadi SQ di nomor-dua-kan.



READ MORE...........

Rebuild Gainclone LM3886

Karena untuk dipakai berjam-jam chassis yang lama ditambah heatsink kanan kiri untuk menjamin suhu tetap terjaga.Perubahan lain yaitu pada kapasitor coupling input, tadinya 4,7uF Solen aspal, diganti 0,47 uF Wima MKP empat biji serta 0,7uF MKP generik.
Sayang,masih pake trafo abal2 ,tulisannya "5 Ampere",anggap aja pure 3 Ampere.Tegangan yang dipake 24 Volt,so kira2 output per channel cuma -/+ 36 Watt rms.









READ MORE...........

Senin, 16 Mei 2011

Point To Point LM1875 & LM3886









UPDATE !!!


 



 Keluar masuk box, gonta-ganti komponen,tuker2  komponen ...bla..bla..bla.. smua dilakukan tidak lain dan tidak bukan ,untuk mendapat karakter suara yang diinginkan.

Review GC LM1875 

Beberapa kali ganti kandang (box),beberapa kali juga ganti aksesoris (tanpa pre-amp, pake parametrik,terakhir pake TC dg skema mirip bifet,tp pake NE5532 ). Box sekarang pake box TC parametrik buatan B**L, biar terlihat sexi aja...=D .Komponen nyang dipake : Resistor---> prp,takman,ohmite; Elko : Muse BP 47u (cf),generik 1000u,Panasonic FC 470u,Selfic 3300u, Nippon Chemicon 2200u,Elna neg black 1000u. Dengan konfigurasi pemain seperti ini, hasil suara dah cukup baik,semua seimbang,gak ditambah2in,gak ada yang aneh2 lg..alias jujur,kick drum ya harus ky kick drum,bas betot ya harus ky bas betot,senar gitar no1 ya hrus ky no 1,,,pokoknya mendekati asli.Namun Bass sedikit kedodoran jika muter lagu2 tempo cepet (RnB,hiphop,remix),namun jika telinga  jeli, ketika muter lagu2 slow rock,instrumen,love song,  harusnya yang pernah dengerin si mungiku ini beraksi ,sependapat dengan saya " Kenapa kemarin2 nyetel lagu ini biasa aja ya...kok sekarang rasanya lain...jd gimanaaa gitu...gak bisa diomongin pake bahasa para audiophile yang aneh2 ( ambience,stagging,transparan,dll),,intinya jadi betah berjam2 dengerin tiap lagu, bahkan lagu yang dulunya gak suka,kq jd sukaaa,,,karena bukan nikmatin materi/isi lagunya,tapi secara tidak langsung terhipnotis dengan nyanyian si mungil LM1875..sebagai perbandingan kualitas = simungilku ini vs t simbokdut seri apapun vs compo2 dibwah 2 jutaan, menurutku masih menang si mungilku ini dr segi detail n naturalitasnya..
Saya jadi mikir...ooo..pake komponen menengah aja dah bagus banget,apalagi pake kmponen audiograde kelas atas ya...mmmmmmhhh 

*sekali lagi !!! review di atas menurut kupingku lho...beda kuping,beda pendapat.

Review GC LM3886

Singkat aja : dengan komponen yang sama dg lm1875, dibandingkan LM1875,  LM3886 lini
ebih galak,lebih responsif,mid high lebih detail menurut saya, lebih berbobot jg (mungkin karena daya lebih gede).Cocok untuk musik2 beat cepet.











 





READ MORE...........