Kamis, 11 Juni 2009
MAINS ON DELAY CIRCUIT (SOFT START)
SPEAKER PROTECTOR
This project is inspired by the article of the ELEKTOR magazine of july/august 1991. It is based on the basic principle of a loudspeaker delayed turn-on and DC entry detection (+ 1,5 V and - 0,7 V). This module lies between the amplifier output and the loudspeaker output. When the amplifier is powered on, a temporization of engagement of +/- 2,5 seconds delays the starting of the loudspeaker (avoiding power on thumps). If a continuous tension appears on the amplifier output this module immediately interrupts the loudspeaker line.
Leds indicate the working of the module (green = OK, red = temporization and/or DC detection). This project must be supplied with a small symmetrical independent PSU of + 12 V and - 12 V. When the amplifier is powered off, the loudpspeaker line is immediately interrupted. It is possible to place two relays in parallel on the circuit board to reduce the contact resistance and/or permit an important load commutation (from 10 to 20 amperes in the case of a strong power amplifier).


READ MORE...........
Sabtu, 06 Juni 2009
MY FINAL PROJECT (TA)
Pfiuh!!!!!this is the bigest projects that i have ever made.It's so complicated....make me so confused....shit!!!
still in progress........
READ MORE...........
75 WATTS EAGLE AMPLIFIER
This amplifier operates a control non-symmetric so that the benefits to be rather simple symmetrical version. Other merit, because there is only one round (loop) negative feedback so that high frequency stability to be easy. The presence of C7 between two points such berimpedansi high enough peredaman guarantee against a very good high-frequency oscillation. This must be done on the struggling symmetrical design. Few people realize that excess heat is dangerous to the transistor if the power is generated by the oscillation frequency is not high by the excess flow of normal DC. Effects so real devastation. Audio engineers often have not had time to react to the excess heat, the system is damaged. You should also suspicious of the oscillation kasat ear, if you power brace system suffered excessive heat in the normal operating level. The consequences of the non-symmetrical output response is also not truly symmetrical or linear as in the symmetrical system. Of the audio image, symmetrical version of the original image, but more rigid. While the non-symmetric version of a little coloring, but more soft expression.
Skizoid operation against the alleged non-symmetrical is less fast, less treble lincah. May be true that if the RC series bootstrap in the pre-driver. At this amplifier, a series of bootstrap replaced by Q5 is operated as a source of constant flow and with great difficulty stabilized by D1. C9 and C12 provide stability Dc strengthening the overall system which is very robust against interference voltage ration power, as well as collectors of high Impedance Q4. As a result, the voltage at this point to be very quick to respond freely swinging input signal. The end result, the speed or slew rate, and signal to noise ratio (S / N) is diperbaiaki, midrange and treble response, more transparency, and strengthening the system to be more resistant to interference ration power voltage fluctuations and reduce distortions caused intermodulasi control through inter-channel fluctuations ration power, when using a power transformer portion together.
Few weaknesses, the presence of Q5 and the source currents cause the capacitor penstabil shocks during an on-Peng. We recommend using speaker protector or at least a series of on-delay to reduce the possibility of damage to the speakers and the amplifier itself.
Power output 60 to 70 watts RMS can be achieved by using the power transistor TIP 3055 TIP and 2955, drivers and BD 139 BD 140 and pre-driver using B560 and D438, with the ration power transformer used 24 V 5A CT. 125 watt power output can be achieved with the 3055 TIP and TIP 2955 transistor pair with 2SA1302 and 2SC3281, B560 and D438 to replace with 2SC2235 and 2SA965/2SA1011 share power with 32 V CT transformer at least 5A.
this is the complete scheme:
still in process
this is the layout of eagle amplifier using DipTrace:


you can download the DipTrace file here.


INDONESIAN :
Amplifier ini menerapkan pengendalian non-simetris sehingga keuntungannya menjadi sederhana ketimbang versi simetris. Kelebihan lain , karena hanya ada satu putaran (loop) feedback negative sehingga kestabilan frekuensi tinggi menjadi mudah. Kehadiran C7 antara dua titik berimpedansi tinggi sedemikian sudah cukup menjamin peredaman yang sangat baik terhadap osilasi frekuensi tinggi . hal ini harus dilakukan susah payah pada desain simetris. Sedikit orang menyadari bahwa panas berlebih yang berbahaya pada transistor daya justru jika dihasilkan oleh osilasi frekuensi tinggi bukan oleh kelebihan arus DC biasa. Efek penghancuran demikian nyata. Sering teknisi audio belum sempat bereaksi terhadap kelebihan panas, system sudah rusak. Anda juga perlu curiga terhadap osilasi kasat kuping, jika system penguat daya anda menderita panas berlebih dalam level operasi biasa. Konsekuensi lain dari pengendalian non-simetris adalah respon keluaran juga tak benar-benar simetris atau linear seperti pada system simetris. Terhadap citra audio, versi simetris menghasilkan citra lebih asli tetapi kaku. Sedangkan versi non-simetris mengalami sedikit pewarnaan, namun berkesan lebih lembut.
Tuduhan skeptic terhadap operasi non- simetris adalah kurang cepat, treble kurang lincah. Mungkin itu benar kalau menggunakan rangkaian RC bootstrap pada bagian pre-driver. Pada amplifier ini , rangkaian bootstrap diganti oleh Q5 yang dioperasikan sebagai sumber arus konstan dan dengan susah payah distabilkan oleh D1. C9 dan C12 menyediakan kestabilan Dc system penguatan keseluruhan yang sangat kokoh terhadap gangguan tegangan catu daya, serta impedansi tinggi terhadap kolektor Q4. Akibatnya, tegangan di titik ini menjadi sangat leluasa berayun cepat merespon sinyal input. Hasil akhirnya, kecepatan atau slew rate , dan signal to noise ratio ( S/N) sangat diperbaiaki , respon midrange dan treble lebih transparan, serta system penguatan menjadi lebih tahan terhadap gangguan fluktuasi tegangan catu daya dan menurunkan distorsi intermodulasi akibat pengendalian antar kanal melalui fluktuasi catu daya, apabila catu daya menggunakan trafo bersama.
Sedikit kelemahan , kehadiran sumber arus Q5 beserta kapasitor penstabil menyebabkan guncangan saat peng on-an. Sebaiknya gunakan speaker protector atau minimal rangkaian on-delay untuk mengurangi kemungkinan rusaknya speaker dan amplifier itu sendiri.
Daya keluaran 60 sampai 70 watt RMS dapat dicapai dengan menggunakan transistor daya TIP 3055 dan TIP 2955, driver BD 139 dan BD 140 dan pre-driver menggunakan B560 dan D438, dengan catu daya trafo yang digunakan 24 V CT 5A. Daya keluaran 125 watt bisa dicapai dengan mengganti TIP 3055 dan TIP 2955 dengan pasangan transistor 2SC3281 dan 2SA1302, mengganti B560 dan D438 dengan 2SA965/2SA1011 dan 2SC2235 dengan catu daya trafo 32 V CT minimal 5A.
LED CUBE feat DIGITAL CLOCK
Gimana jadinya kalo led cube duet bareng jam digital???
ini dia...........
READ MORE...........
Rabu, 13 Mei 2009
KUMPULAN SKEMA AMPLIFIER
Berisi kumpulan proyek amplifier yang pernah dimuat di majalah Elektor.
DATASHEET CHIP AMPLIFIER
Berisi datasheet chip amplifier TDA series dan LM series.
AMPLIFIER TEKNLOGI MATRIX 1.4
Amplifier hasil rumusan Bpk.Heru Himawan Tejo Laksono & Bpk.Mujiono Irkhas, amplifier berbasis transistor ini diklaim memiliki karakter suara sekelas mosfet dan tabung serta TAHAN KORSLET!!!.Tersedia dari 40W sampai 250W.
SKEMA-SKEMA AMPLIFIER HIGH END (BRAND TERKENAL)
Berisi skema amplifier NAD, NAKAMICHI,LUXMAN, KENWOOD, SANSUI, SONY, PIONEER,DLL
DX AMPLIFIER
Destroyer X amplifier
LEACH AMPLIFIER
Recomended amplifier!!!!
SKEMA-SKEMA AMPLIFIER MOSFET
berisi kumpulan skema amplifier berbasis mosfet
APEX B500
Amplifier klas AB desain mr.Mile ini banyak yang mengklaim unggul di detail dan kejernihannya,respon frekuensi flat.
APEX H900
Kakak kandung dari B500 namun berkerja di klas H.
MORE APEX (AX14,AX17,NX14,etc)
Gallery Facebook si empunya APEX
SYMASYM
Dari bakulnya langsung.
F5 nelson pass
Selasa, 12 Mei 2009
Mini Amplifier




JAM DIGITAL AT89S51

Untuk PCB nya saya mendesain sendiri,tentunya masih menggunakan software andalan saya, Dip Trace. Berikut layout PCBnya (tampak atas) :



File PCB nya dapat di download disini.
File hex. dapat didownload disini.
Masukkan Code ini K1-FAFB1D-1
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
DOWNLOADER MIKROKONTROLER AT89S51/52
Para penggemar mikrokontroller sudah pasti harus memiliki perangkat yang satu ini. Downloader ini kompatibel dengan mokrokontroller MCS-51 seperti AT89S51 atau AT89S52. Downloader ini dirancang sesimpel mungkin , tanpa menggunakan buffer dalam komunikasi dengan PC .berikut skemanya:
Berikut layout PCB dan tata letak komponennya (tampak atas):
Layout tersebut dibuat dengan software Dip Trace dan dapat anda download filenya disini.
Hal yang harus diperhatikan adalah dalam pembuatan kabel ISP, urutan kaki-kakinya harus benar.

Untuk mengisi programnya saya menggunakan software ISP Flash Programing karena mudah dan simple dalam pengoperasiannya,anda dapat download disini.
READ MORE...........
Rabu, 06 Mei 2009
LED CUBE
Bagi anda yang menyukai gemerlap led yang menawan dengan efek animasi yang menarik jangan lewatkan untuk mencoba proyek saya yang satu ini. Namanya led cube yaitu beberapa led yang disusun menjadi sebuah kubus yang dapat diatur variasi penyalaannya sehingga membentuk efek animasi. Efek animasi ini dikontrol oleh Mikrokontroller yang diprogram untuk menyalakan led pada outputnya dengan sistem scanning ataupun dengan cara yang paling sederhana yaitu seperti menyalakan led seperti biasa tapi secara berpola. Jumlah led yang disusun membentuk kubus disesuaikan dengan selera kita. Makin banyak susunan led, makin rumit pula pemrogramannya. Susunan led terdiri dari 2X2X2(minimal), 3X3X3, 4X4X4,5X5X5, dan seterusnya atau tergantung keinginan kita, tentunya dengan pertimbangan budget dan kemampuan membuat program. Dalam proyek saya kali ini saya membuat led cube dengan dimensi 3X3X3. Berikut skemanya:

Saya mengunakan Software Dip Trace dalam pembuatan layout PCB sebab mudah dalam pengoperasiannya. PCB yang saya rancang dibuat seminimalis mungkin, dan dapat langsung berfungsi sebagai downloader sehingga anda tidak memerlukan downloader tersendiri. Berikut layout dan PRTnya:

Setelah PCB jadi, pasanglah semua komponen dan susunlah led sehingga menjadi seperti sebuah kubus.



Setelah semua komponen terpasang, berilah catu daya sebesar 9volt Dc, kemudian hubungkan rangkaian ke computer menggunakan kabel ISP.
Setelah rangkaian terhubung dengan computer jalankan program ISP Programmer, dan cek apakah mikrokontroller sudah terbaca leh komputer dengan meng-klik Verify.
Jika sudah terbaca computer, download program ke mikrokontroller dengan langkah sebagai berikut: open>pilih program(format Hex)>write. Tunggu beberapa saat sampai proses selesai. Anda dapat melihat langsung hasilnya setelah proses download selesaisehingga jika terjadi kekeliruan program anda bisa langsung memperbaiki programnya tanpa perlu melepas mikrokontroller ataupun melepas kabel ISP karena PCB dirancang untuk dapat sekaligus dijadikan sebagai downloader.
Setelah program dibenamkan pada mikrokontroller, saya hidupkan led cube di ruang yang agak gelap. Efek animasi begitu menarik sehingga tak ada kata bosan melihatnya.. Efek menarik ini didapatkan dengan perjuangan yang cukup menyusahkan dalam pembuatan programnya. Efek anmiasi yang dibuat hanya 20 variasi, karena keterbatasan memoi mikrokontroller dan juga karena konfigurasinya hanya 3X3X3, jika 4X4X4 atau lebih pasti bisa lebih banyak variasinya (tapi mumet juga programnya). Dalam pembuatan program, saya mengerahkan 2 teman programmer untuk membantu saya. Videonya dapat anda download disini:
silahkan download list program asemblernya disini



