src="https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.8.3/jquery.min.js" type="text/javascript">

Cari Blog Ini

Selasa, 12 Mei 2009

JAM DIGITAL AT89S51


Jam Digital ini merupakan proyek mikrokontroller pertama saya. Pembuatanya sangat mudah, pemula pun pasti bisa. Ini buka proyek asli saya, saya menjiplak rangkaian dan file hex.nya dari internet, kebetulan tidak ada listing programnya. Setelah saya download file hex-nya jam langsung jalan. Jam ini hanya menampilkan jam dan menit saja, untuk detik anda bisa mengakalinya dengan memasang led yang dihubungkan dengan rangkaian osilator I Hz yang dibentuk dari IC 555 (itu yang saya lakukan, karena saya tidak tahu listing programnya) ,diparalel 2 buah dan dipasang sebagai penunjuk detik. Dua led tersebut dipasang ditengah-tengah jam dan menit. Walaupun dengan cara itu detik dan menit jika diperhatikan (dihitung) sedikit meleset tapi menurut saya nggak masalah, lagipula orang juga nggak akan tahu. Berikut skema jam digitalnya :

Untuk PCB nya saya mendesain sendiri,tentunya masih menggunakan software andalan saya, Dip Trace. Berikut layout PCBnya (tampak atas) :



File PCB nya dapat di download disini.
File hex. dapat didownload disini.


Masukkan Code ini K1-FAFB1D-1
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
READ MORE...........

DOWNLOADER MIKROKONTROLER AT89S51/52

Para penggemar mikrokontroller sudah pasti harus memiliki perangkat yang satu ini. Downloader ini kompatibel dengan mokrokontroller MCS-51 seperti AT89S51 atau AT89S52. Downloader ini dirancang sesimpel mungkin , tanpa menggunakan buffer dalam komunikasi dengan PC .berikut skemanya:

Berikut layout PCB dan tata letak komponennya (tampak atas):

Layout tersebut dibuat dengan software Dip Trace dan dapat anda download filenya disini.
Hal yang harus diperhatikan adalah dalam pembuatan kabel ISP, urutan kaki-kakinya harus benar.


Untuk mengisi programnya saya menggunakan software ISP Flash Programing karena mudah dan simple dalam pengoperasiannya,anda dapat download disini. READ MORE...........

Rabu, 06 Mei 2009

LED CUBE



Bagi anda yang menyukai gemerlap led yang menawan dengan efek animasi yang menarik jangan lewatkan untuk mencoba proyek saya yang satu ini. Namanya led cube yaitu beberapa led yang disusun menjadi sebuah kubus yang dapat diatur variasi penyalaannya sehingga membentuk efek animasi. Efek animasi ini dikontrol oleh Mikrokontroller yang diprogram untuk menyalakan led pada outputnya dengan sistem scanning ataupun dengan cara yang paling sederhana yaitu seperti menyalakan led seperti biasa tapi secara berpola. Jumlah led yang disusun membentuk kubus disesuaikan dengan selera kita. Makin banyak susunan led, makin rumit pula pemrogramannya. Susunan led terdiri dari 2X2X2(minimal), 3X3X3, 4X4X4,5X5X5, dan seterusnya atau tergantung keinginan kita, tentunya dengan pertimbangan budget dan kemampuan membuat program. Dalam proyek saya kali ini saya membuat led cube dengan dimensi 3X3X3. Berikut skemanya:

Saya mengunakan Software Dip Trace dalam pembuatan layout PCB sebab mudah dalam pengoperasiannya. PCB yang saya rancang dibuat seminimalis mungkin, dan dapat langsung berfungsi sebagai downloader sehingga anda tidak memerlukan downloader tersendiri. Berikut layout dan PRTnya:

Setelah PCB jadi, pasanglah semua komponen dan susunlah led sehingga menjadi seperti sebuah kubus.






Setelah semua komponen terpasang, berilah catu daya sebesar 9volt Dc, kemudian hubungkan rangkaian ke computer menggunakan kabel ISP.
Setelah rangkaian terhubung dengan computer jalankan program ISP Programmer, dan cek apakah mikrokontroller sudah terbaca leh komputer dengan meng-klik Verify.
Jika sudah terbaca computer, download program ke mikrokontroller dengan langkah sebagai berikut: open>pilih program(format Hex)>write. Tunggu beberapa saat sampai proses selesai. Anda dapat melihat langsung hasilnya setelah proses download selesaisehingga jika terjadi kekeliruan program anda bisa langsung memperbaiki programnya tanpa perlu melepas mikrokontroller ataupun melepas kabel ISP karena PCB dirancang untuk dapat sekaligus dijadikan sebagai downloader.
Setelah program dibenamkan pada mikrokontroller, saya hidupkan led cube di ruang yang agak gelap. Efek animasi begitu menarik sehingga tak ada kata bosan melihatnya.. Efek menarik ini didapatkan dengan perjuangan yang cukup menyusahkan dalam pembuatan programnya. Efek anmiasi yang dibuat hanya 20 variasi, karena keterbatasan memoi mikrokontroller dan juga karena konfigurasinya hanya 3X3X3, jika 4X4X4 atau lebih pasti bisa lebih banyak variasinya (tapi mumet juga programnya). Dalam pembuatan program, saya mengerahkan 2 teman programmer untuk membantu saya. Videonya dapat anda download disini:
silahkan download list program asemblernya disini


READ MORE...........

Selasa, 05 Mei 2009

GAINCLONE GALLERY


berapa proyek Gainclone yang saya jadikan referensi :





















READ MORE...........

Jumat, 01 Mei 2009

TDA2050 Amplifier



Proyek kali ini dilatarbelakangi keinginan memiliki perangkat amplifier yang berkualitas dengan  biaya minim. Skema rangkaian sama persis seperti proyek-proyek sebelumnya namun dengan kualitas komponen yang lebih baik.

Semua resistor memakai jenis metal film dengan toleransi 1%, elko masih memakai yang standar karena sulitnya mencari yang berkualitas di daerah saya. Namun semua kapasitor milar memakai jenis MKM, kapasitor kopling input memakai jenis MKS dengan merk Audiophiler karena bagian input harus benar-benar bersih dari noise yang disebabkan oleh kabel interkonek. Disamping itu, pembuatan PCB dibuat lebih baik dari proyek sebelumnya dengan memprtimbangkan letak masing-masing komponen terutama bagian filter catu daya serta posisi input dan outputnya. PCB yang digunakan adalah jenis fiber dengan kualitas pilihan. Berikut layout dan PRTnya (tampak atas):


Setelah semua rangkaian disolder dan siap di uji coba. Waktunya mempersiapkan catu daya. Catu daya memakai Trafo 5A merk BIG, diode bridge dengan ampere yang sama serta dua buah elko 10.000mF.
Waktunya uji dengar !!!!!!
Perangkat yang digunakan berupa dua buah speaker Audax dan dua buah tweeter (merk abal-abal) serta sebuah mp3 player. Uji dengar pertama mencoba memainkan tembang dewi-dewi ‘perempuan paling cantik di negeriku indonesia’ dengan ukuran file 10Mb sehingga diharapkan semua instrument dapat terepro karena belum terlalu terkompres filenya. Dentuman drum begitu mantap, vocal transparan, pada pertengahan lagu terdengar alunan gitar yang begitu nyata yang seolah-olah terpisah dari instrument lain. Tentunya, hal mendasar yang wajib terpenuhi pada system audio adalah terbebas dari hum (dengung) dan noise.
Proyek kali ini ada kekurangannya, setelah saya amat-amati ternyata nada middle dan treble terlalu dominan mungkin karena uji coba kali ini tanpa menggunakan pre amp atau tone control. Namun yang sebenarnya saya harapkan adalah amplifier dapat merepro semua frekuensi dengan seimbang walaupun tanpa tone control, Karen saya pikir tone control atau pre amp dapat mengurangi kemurnian (naturalitas)suara. Kekurangan tersebut saya akali dengan memasang kapasitor dan resistor pada bagian input yang membentuk konfigurasi low pass filter guna meningkatkan frekuensi rendah. Nilainya disesuaikan dengan selera anda sendiri dengan mencoba-coba dengan berbagai nilai sampai diperoleh hasil yang sesuai selera. Walaupun sebenarnya ada rumus matematikannya untuk menentukan frekuensi yang diinginkan.
Kualitas amp ini sebenarnya masih bisa ditingkatkan lagi dengan mengganti TDA2050 dengan LM1875, mengganti semua elko dengan kualitas/brand yang lebih baik , mengganti kapasitor kopling input dengan yang lebih baik pula. Hal itu belum terealisir karena sulitnya mendapatkan komponen-komponen tersebut di daerah saya.
Tunggu proyek saya berikutnya !!!!!!!:D

Masukkan Code ini K1-FAFB1D-1
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
READ MORE...........